BAHASA JERMAN
Bahasa Jerman
Bahasa Jerman adalah anggota bahasa Germanik Barat yang dipakai sebagai
bahasa pengantar terutama di kawasan Eropa Tengah. Bahasa ini adalah salah satu
bahasa yang luas dipertuturkan di Eropa dan pernah menjadi bahasa pengantar antarbangsa yang
penting sampai awal abad ke-20. Meskipun sekarang menurun kepentingannya,
bahasa ini masih luas dipelajari karena banyak literatur
klasik dunia yang ditulis menggunakan bahasa ini.
Dalam kontinuum variasi bahasa di Eropa Tengah bagian utara, "bahasa
Jerman" adalah semua bahasa yang telah mengalami pergeseran bunyi Germanik kedua.
Dengan demikian, ke dalam lingkup ini masuk berbagai bahasa yang dipakai di
Jerman selatan, sehingga bahasa Jerman dikenal pula sebagai bahasa Jerman Hulu.
Penyebaran penutur
Di Eropa Timur,
bahasa ini merupakan bahasa asing kedua yang sangat luas dikenal.
Beberapa daerah di Eropa Timur, zaman dahulu kala banyak dihuni oleh orang
Jerman perantauan. Setelah Perang Dunia
II sekitar 12-15 juta jiwa orang Jerman diusir dari Eropa Timur.
Di Perancis,
bahasa ini dipertuturkan oleh sekitar dua juta jiwa penduduk negara ini,
khususnya di daerah Alsace-Lorraine, tetapi tidak memiliki status
bahasa resmi.
Di Amerika
Serikat bahasa Jerman dialek Pfalz dipakai oleh orang-orang Amish.
Di Patagonia
(selatan Argentina) terdapat pula komunitas berbahasa Jerman. Namibia,
sebagai satu-satunya bekas koloni Jerman di Afrika, juga menjadi tempat
sisa-sisa komunitas berbahasa Jerman di Afrika.
Penulisan
Bahasa
Jerman ditulis menggunakan aksara Latin. Sebagai tambahan dari ke-26 huruf yang
ada terdapat tiga simbol untuk vokal dengan umlaut: ä, ö dan ü, ditambah Eszett atau "s
tajam": ß.
Eszett tidak dipakai di Swiss dan digantikan dengan s rangkap, "ss". Apabila
alat penulisan tidak memiliki simbol-simbol tambahan tersebut, ä, ö, dan ü
masing-masing dapat digantikan dengan "ae", "oe", dan
"ue", serta ß digantikan dengan "ss" (sebagaimana digunakan
di Swiss). Dalam kamus-kamus masa kini entri dengan umlaut diperlakukan sama
dengan huruf induknya sedangkan dalam kamus lama biasanya ia diperlakukan
seperti huruf induk yang diikuti dengan "e". Eszett menurut aturan
pengejaan yang baru (diperkenalkan sejak 1996 dan berlaku efektif 2006, namun
ditolak oleh beberapa surat kabar dan penerbit tertentu) hanya dipakai setelah
vokal panjang dan diftong.
Pada pengejaan sebelumnya, eszett lebih sering ditemukan dan tidak ada aturan
jelas mengenai penggunaannya. Bentuk kapital bagi eszett telah diperkenalkan
dan dipakai pada penulisan yang menggunakan huruf kapital sepenuhnya.
Di masa
lalu, bahasa Jerman menggunakan versi khas huruf Latin yang dikenal sebagai
tipe huruf fraktur
tebal (bold) atau tipe huruf Schwabacher dan disertai
dengan bentuk sambung yang bersesuaian (seperti Kurrent dan Sütterlin). Bentuk-bentuk
ini jauh berbeda dengan bentuk Latin yang dikenal luas pada masa kini (seperti
serif atau sans-serif) dan amat menyulitkan bagi orang yang tidak terlatih.
Kaum Nazi
bahkan menyarankan penggunaan tipe huruf fraktur dan schwabacher tetapi
kemudian melarangnya pada tahun 1941 karena dianggap berbau Yahudi.
Huruf besar
|
Huruf kecil
|
IPA
(International Phonetic Alphabet)
|
Huruf besar
|
Huruf kecil
|
IPA
(International Phonetic Alphabet)
|
A
|
a
|
/aː/
|
N
|
n
|
/ɛn/
|
B
|
b
|
/beː/
|
O
|
o
|
/oː/
|
C
|
c
|
/tseː/
|
P
|
p
|
/peː/
|
D
|
d
|
/deː/
|
Q
|
q
|
/kuː/
|
E
|
e
|
/eː/
|
R
|
r
|
/ɛr/
|
F
|
f
|
/ɛf/
|
S
|
s
|
/ɛs/
|
G
|
g
|
/geː/
|
T
|
t
|
/teː/
|
H
|
h
|
/haː/
|
U
|
u
|
/uː/
|
I
|
i
|
/iː/
|
V
|
v
|
/faʊ/
|
J
|
j
|
/jɔt/
|
W
|
w
|
/veː/
|
K
|
k
|
/kaː/
|
X
|
x
|
/ɪks/
|
L
|
l
|
/ɛl/
|
Y
|
y
|
/'ʏpsilɔn/
|
M
|
m
|
/ɛm/
|
Z
|
z
|
/tsɛ
|